Deprecated: Non-static method mandegarweb_default_words::mandegarweb_localization_init() should not be called statically in /home/marceeg244/domains/perdami.id/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

Notice: Undefined property: stdClass::$ID in /home/marceeg244/domains/perdami.id/public_html/wp-content/plugins/perdamistyler/perdamistyler.php on line 120

Notice: Undefined property: stdClass::$user_login in /home/marceeg244/domains/perdami.id/public_html/wp-content/plugins/perdamistyler/perdamistyler.php on line 121

Notice: Undefined property: stdClass::$user_nicename in /home/marceeg244/domains/perdami.id/public_html/wp-content/plugins/perdamistyler/perdamistyler.php on line 122

Notice: Undefined property: stdClass::$user_email in /home/marceeg244/domains/perdami.id/public_html/wp-content/plugins/perdamistyler/perdamistyler.php on line 123
Prof. dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Sp.M(K)., Ph.D dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia – Perdami.id

Edukasi Publik

Prof. dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Sp.M(K)., Ph.D dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia

Tokoh senior dalam dunia oftalmologi Indonesia, Prof. dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Sp.M(K)., PhD, telah dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam bidang Ilmu Kesehatan Mata.  Pengukuhan Prof Tjahjono diselenggarakan bersama dengan pengukuhan Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Gizi Kedokteran. Acara pengukuhan guru besar kedua profesor tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Desember 2018 di Aula IMERI FKUI, dipimpin oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met..

Dalam acara pengukuhan tersebut, Prof. Tjahjono menyampaikan Pidato Pengukuhan berjudul “Kolaborasi Penta Helix untuk Masa Depan Pendidikan Oftalmologi Indonesia di Era Disrupsi.” Dalam pidatonya, Prof. dr. Tjahjono menyampaikan, “Bola Mata (penglihatan) adalah organ tubuh dengan struktur yang unik dan rumit serta menjadi jalur utama (83%) masuknya informasi sehari-hari. Namun, angka kebutaan di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia yaitu sebesar 3% dari penduduk berusia lebih dari 50 tahun (survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB, 2014-2016). Tidak dipungkiri bahwa kebutaan akan mengakibatkan penurunan kualitas kehidupan dan status ekonomi keluarga. Oleh karena itu, di negara berkembang seperti Indonesia diharapkan dapat memasukkan unsur tindakan operasi pemulihan penglihatan pada produktivitas pekerja sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan keluarga dalam penentuan prioritas dukungan pembiayaan kesehatan.”

Untuk itu, dibutuhkan dukungan dan kolaborasi Penta Helix (Pemerintah, Industri, Masyarakat dan Lembaga Sosial Masyarakat, Perguruan Tinggi serta Media) untuk bersama-sama mendukung serta mengejar inovasi dalam hal pemulihan penglihatan. Namun permasalahan yang ada di Indonesia adalah mengejar ketertinggalan teknologi dalam acuan best practice global serta mensejajarkan diri kecepatan perkembangan teknologi pada era disrupsi global yaitu Industry 4.0. Pada era disrupsi, semuanya dapat memanfaatkan teknologi, sebut saja Inggris yang telah mampu membuat kornea buatan dengan menggunakan sel punca dan berbagai materi biologi lainnya secara 3D printing.

Acara Pengukuhan Prof Tjahjono dan Prof Saptawati dihadiri Dewan Guru Besar FKUI, Guru Besar tamu, keluarga serta para undangan. Kedua profesor melakukan foto bersama keluarga dengan Rektor, Dekan dan Dewan Guru Besar, serta menerima ucapan selamat dari seluruh undangan.

Setelah acara pengukuhan, Prof Tjahjono beserta keluarga menghadiri Acara Syukuran Pengukuhan Guru Besar yang diselenggarakan di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI – RSCM Kirana, yang dihadiri oleh Staf Pengajar aktif dan purna bakti, para dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Mata, paramedik dan karyawan, serta para undangan lainnya.

Prof Tjahjono menjabat sebagai Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada tahun 1997 hingga 2004. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) pada tahun 2003 hingga 2010. Prof Tjahjono juga menjabat sebagai Ketua Kolegium Oftalmologi Indonesia pada tahun 2010 hingga 2016. Prof Tjahjono juga adalah Ketua Komite Pencegahan Kebutaan Indonesia pada tahun 2004 hingga 2007. Beliau juga merupakan Presiden Kongres pada Kongres Gabungan Asia Pacific Academy of Opthalmology (APAO) dan American Academy of Ophthalmology (AAO) pada tahun 2009, dan menjabat sebagai Koordinator Asia untuk Pendidikan APAO pada tahun 2009 hingga 2011. Prof Tjahjono adalah ketua  Bank Mata Indonesia, sejak tahun 2011 hingga sekarang. Selain itu, beliau juga diangkat sebagai anggota seumur hidup Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) pada tahun 2008. Prof Tjahjono saat ini juga tergabung dalam Tim Dokter Kepresidenan Republik Indonesia.

Prof Tjahjono merupakan penerima anugerah APAO Distinguished Service Award pada tahun 2004, dan Arthur Liem Award for Leadership pada tahun 2010.

Dr. dr. Gitalisa Andayani Adriono, SpM(K)
Humas Perdami

Sumber:

  • Press Release oleh Rifelly Dewi Astuti, SE, MM
  • Kepala Humas dan KIP UI
  • Dokumentasi Foto oleh Humas UI
  • Dokumentasi Foto oleh dr. Marsha Alyssa
January 10, 2019 Berita
Perdami .id
About Perdami .id