Penanganan Segera Trauma Kimia Pada Mata

Trauma kimia pada mata dapat terjadi pada siapa saja, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, seperti kecelakaan yang terjadi pada laboratorium, atau tindakan kriminal penyiraman bahan kimia pada wajah seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Penting bagi kita untuk mengetahui penanganan segera yang dapat dilakukan untuk mencegah perburukan yang terjadi pada mata akibat trauma kimia.
Trauma kimia biasanya disebabkan bahan-bahan yang tersemprot atau terpercik pada mata. Trauma kimia pada dasarnya terbagi

menjadi dua jenis, yaitu trauma akibat asam dan basa, bahan kimia dikatakan bersifat asam bila mempunyai pH < 7 dan dikatakan bersifat basa bila mempunyai pH > 7.

Apa bahaya trauma kimia pada mata? Trauma kimia pada mata merupakan salah satu keadaan kedaruratan pada mata karena dapat menyebabkan cedera pada mata, baik ringan, berat bahkan sampai kehilangan penglihatan.

Apa saja bahan yang dapat menyebabkan trauma kimia? Bahan kimia yang bersifat asam : asam sulfat (batrei mobil), air accu, asam sulfit, asam hidrklorida, zat pemutih, asam asetat, asam nitrat, asam kromat, asam hidroflorida (cairan penghilang karat, pengkilap aluminium, atau cairan pembersih yang kuat). Bahan kimia bersifat basa: NaOH, CaOH, amoniak, freon/bahan pendingin lemari es, sabun, shampo, kapur gamping, semen, tiner, lem, cairan pembersih dalam rumah tangga, soda kuat.

Apa gejala trauma kimia pada mata? setelah terpapar bahan kimia, biasanya mata akan menjadi berair, muncul rasa nyeri dan penurunan tajam penglihatan. Pada trauma basa kerusakan biasanya lebih berat dari trauma asam. Karena basa mempunyai kemampuan merusak jaringan yang lebih dalam. Kebutaan dapat terjadi bila trauma menyerang kornea dengan derajat kerusakan yang berat.

Apa yang dapat dilakukan jika terjadi trauma kimia pada mata? Trauma kimia pada mata merubah pH mata mengikuti pH bahan yang terkena, sehingga kita perlu untuk menormalkan pH mata sesegera mungkin dan menghilangkan bahan kimia dari mata yang terkena. Jika terjadi trauma kimia pada mata, sesegera mungkin lakukan cuci mata dengan menyiramkan larutan normal saline (atau dengan air mengalir) selama 15-30 menit (makin lama makin baik) secara terus menerus, jangan menunda untuk membawa pasien ke IGD terdekat untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lanjutan oleh dokter.

Cuci mata dengan air mengalir. Sumber: http://childcarefirstaid.ca/first-aid-for-chemical-splash-in-the-eye/

Tingkat keparahan trauma kimia pada mata bervariasi berdasarkan jenis bahan yang terpapar, lama paparan, dan tingkat konsentrasi suatu bahan kimia. Sembilan puluh persen kasus trauma dapat dicegah. Ingat untuk selalu menggunakan alat pelindung seperti kacamata jika berada dekat dengan bahan kimia dan ruang terbuka untuk mencegah terjadinya trauma akibat bahan kimia pada mata.

April 24, 2017 Artikel
Christian Haryanto
About Christian Haryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *