Edukasi Publik

“Mata Sehat, Guru Hebat, Masa Depan Cerah” untuk Meningkatan Kualitas Penglihatan Putra-Putri Bangsa

 Pengabdian Masyarakat Tim Dokter Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, dalam rangka menyambut World Sight Day 2018

Gangguan refraksi merupakan penyebab gangguan penglihatan tersering pada anak yang dapat diperbaiki. Sayangnya, anak belum dapat mengerti dan menyadari gangguan penglihatan yang mereka alami. Sebagian besar kegiatan anak yang dihabiskan di sekolah secara tidak langsung menjadikan guru sebagai orang yang berperan penting dalam mengawasi perkembangan anak didik. Menurunnya kualitas penglihatan juga akan berdampak pada prestasi belajar anak. Hal ini menunjukkan peran guru sangatlah penting, sehingga guru diharapkan menjadi orang pertama untuk mendeteksi dini  adanya gangguan penglihatan pada siswa.

Menurut WHO ada 19 juta anak berusia dibawah 15 tahun mengalami gangguan penglihatan dan 12 juta anak (63.15%) diantaranya disebabkan kelainan refraksi. Hasil Survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia di Jawa Barat pada tahun 1996 ditemukan kelainan refraksi sebesar 24.71% dan menempati urutan pertama dari 10 penyakit mata terbesar di Indonesia. Sekitar 10 % dari 66 juta anak usia sekolah (5-19 tahun) menderita kelainan refraksi. Namun, sampai saat ini angka pemakaian kacamata koreksi masih sangat rendah yaitu sekitar 12.5% dari prevalensi tersebut.

Pada era globalisasi peran serta universitas dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Universitas Indonesia sebagai salah satu universitas negeri terkemuka di Indonesia, melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat secara rutin sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan negara. Program Pengabdian Masyarakat ini dirancang dengan target yang jelas dan terukur serta melibatkan peran aktif masyarakat. Rancangan Program Pengabdian kepada Masyarakat lebih menekankan pada penerapan IPTEKS dan inovasi untuk peningkatan kapasitas masyarakat dan memberdayakan masyarakat.

Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM(K), seorang dokter mata dan staff pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, mengetahui bahwa masalah gangguan penglihatan pada anak merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Beliau bersama dengan tim pengabdi lainnya yakni dr. Yeni Dwi Lestari, SpM(K), MSc, dr. Julie D. Barliana, SpM(K), Dr. dr. Andi Arus Victor, SpM(K), Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K) mengikutsertakan dokter spesialis mata baru, peserta pendidikan dokter spesialis Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI-RSCM serta refraksionis untuk turut ikut serta. Program ini juga diselenggarakan sebagai partisipasi FKUI-RSCM dalam menyambut “World Sight Day” 2018.

Program Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh tim pengabdi Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI-RSCM bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia ini bertempat di Pondok Pesantren Daarul Mustaqim, yang berjarak 85 km dari kampus FKUI Salemba Universitas Indonesia. Desa ini mempunyai jumlah penduduk lebih dari 14 ribu jiwa dengan 18% nya merupakan usia sekolah (7-18 tahun).

Program ini memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada guru mengenai kesehatan mata dan cara pemeriksaan tajam penglihatan secara sederhana. Penyuluhan diberikan pada seluruh guru Pesantren Daarul Mustaqiem dengan kuliah singkat, pemutaran video mengenai cara pemeriksaan tajam penglihatan serta pembagian modul mengenai kesehatan mata pada anak. Kemudian kami memilih 10 guru dan wali kelas untuk mendapatkan pelatihan lebih lanjut mengenai pemeriksaan tajam penglihatan dan melakukan simulasi pemeriksaan. Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan para guru dapat melakukan pemeriksaan tajam penglihatan pada anak-anak secara mandiri, sehingga keberlangsungan program ini akan tetap terjaga.

Program kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan mata anak secara menyeluruh. Anak usia sekolah akan diperiksa tajam penglihatannya oleh guru yang sudah mendapatkan pelatihan, didampingi oleh tim pengabdi. Kemudian, anak-anak tersebut akan mendapatkan pemeriksaan mata secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan buta warna, pemeriksaan tekanan bola mata, pemeriksaan penglihatan tiga dimensi (stereoskopis) dan pemeriksaan mata depan dan belakang menggunakan lampu celah.

Acara ini dinamakan “Program Mata Sehat untuk Siswa Sekolah” dan berlangsung pada tanggal 31 Juli – 2 Agustus 2018. 10 guru yang mendapatkan pelatihan akhirnya mampu melakukan pemeriksaan tajam penglihatan secara sederhana dan hasilnya sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter. Program ini juga berhasil memeriksa total 474 siswa Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Dari kegiatan “Mata Sehat” ini, didapatkan 30 siswa yang perlu penatalaksanaan lebih lanjut, baik dengan pemberian kacamata maupun obat-obatan.

Dengan dilaksanakannya program ini, kami berharap guru dapat meningkatkan derajat kesehatan mata pada siswa sekolah dengan melakukan pemeriksaan tajam penglihatan secara rutin, sehingga kualitas hidup dan prestasi belajar siswa juga turut meningkat. Kami juga memiliki harapan yang sangat besar agar program ini dapat diterapkan di sekolah dan daerah-daerah lainnya karena masa depan dari negara ini bergantung pada kesehatan dan prestasi generasi muda.

Galeri Foto

November 22, 2018 Berita, Kegiatan
Perdami .id
About Perdami .id